Tim WebKit telah mengumumkan engine JavaScript barunya yang bernama SquirrelFish Extreme (SFX), bahkan sebelum produk SquirrelFish pertamanya dipakai di versi stabil Safari. Dalam tiga bulan terakhir, tim WebKit telah berhasil jauh mempercepat SquirrelFish dengan beberapa teknik mutakhir termasuk native code generation, meninggalkan jauh versi pertama SquirrelFish maupun kompetitor lainnya termasuk V8 (Chrome) dan Tracemonkey (Firefox 3.1).
Seberapa Cepat?
Menurut Tim WebKit, mereka dapat mendongkrak kinerja JavaScript hingga sejauh ini dengan menggunakan empat teknologi baru:
- Bytecode Optimizations
- Polymorphic Inline Cache
- Context Threaded JIT
- Regular Expression JIT
Kunjungi situs WebKit apabila Anda tertarik untuk membaca dengan lebih detil tentang empat cara optimisasi di atas. Grafik di bawah ini menunjukkan peningkatan kerja JavaScript dari WebKit 3.0 hingga SFX dalam waktu yang relatif singkat.

Untuk membandingkan kinerja SFX dengan engine JavaScript lain, Charles Ying telah menguji SFX dengan V8 dan TraceMonkey melalui command line untuk memastikan hasil yang optimal dengan benchmark SunSpider dan Drmaemo.
SunSpider
Grafik ini menunjukkan runs per minute (berapa kali eksekusi dalam satu menit), nilai semakin tinggi semakin baik.

DrMaemo
Tentunya browser tidak hanya mengeksekusi JavaScript saja, kinerja DOM dan rendering juga harus diperhitungkan. Untuk membuktikan hal itu kita menggunakan benchmark Drmaemo dari Mozilla. Pengujian ini dilakukan di dua platform yang berbeda yaitu Mac OS X dan Windows. Pengujian di bawah ini dilakukan menggunakan versi nightly terakhir yang ada untuk V8 dan Firefox.


Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana SFX akan bersaing dengan TraceMonkey masa depan yang menurut pengembang Mozilla masih dapat dipercepat lagi.